Walaupun belum lama mengenal Garda, Dimi yakin perkawinannya dengan
lelaki itu akan berjalan baik. Dan Garda memang tampil layaknya suami
idaman. Baik hati, penuh perhatian, keren, romantis, dan selalu memenuhi
segala kebutuhannya, lahir-batin. Padahal mereka berdua menikah karena
perjodohan cara kilat. Dimi merasa beruntung menjadi Cinderella abad
ini.
Tapi kemunculan Donna yang tiba-tiba sungguh telah menjungkir-
balikkan harapan dan mimpi-mimpi Dimi. Ternyata model jelita itu pacar
Garda.
Dimi baru sadar, Garda tak pernah memperkenalkan dirinya ke
lingkungan lelaki itu. Garda juga tak pernah menuntut macam-macam dari
dirinya sebagai istri. Bahkan Garda tak pernah melarang aktivitas apa
pun yang dilakukan Dimi. Dimi jadi berpikir: cintakah lelaki itu
kepadanya?
Kalau Garda tak pernah bisa mencintai dirinya, lalu untuk apa cowok
itu menerima perjodohan yang ditawarkan orangtua masing-masing? Toh dia
tampan, kaya, sukses... sehingga dengan mudah mendapatkan perempuan mana
pun yang diinginkannya...
Rencana apa yang sebetulnya sedang dilakukan Garda?

